Rabu, 23 April 2014

membantu pasien yang hampir meninggal



MEMBANTU PASIEN YANG HAMPIR MENINGGAL


  Sekaratul maut (dying) merupakan kondisi pasien yang sedang menghadapi kematian, yang memiliki berbagai hal dan  harapan tertentu  untuk meninggal.kematian (death) merupakan kondisi terhentinya pernapasan,nadi, dan tekanan  darah serta  hilngnya respon  terhadap  stimulus eksternal,ditandai  dengan terhentinya  aktivitas otak  atau terhentinya  fungsi jantung dan paru-paru  secara menetap. Dying dan death  merupakan dua istilah yang sulit  untuk dipisahkan,serta merupakan suatu fenomena tersendiri.Dying lebih kearah suatu proses,sedangkan death merupakan akhir dari hidup.

 A.DISKIRPSI RENTANG POLA HIDUP SAMPAI MENJELANG KEMATIAN

  Menurut martocchio dan default mendiskripsikan  rentang pola hidup sampai menjelang kematian sebagai berikut:

1 Pola puncak dan lemah
 Pola ini memiliki karakteristik periodic sehat yang tinggi (puncak) dan periode  krisis ( lemah).pada kondisi puncak,pasien benar-benar merasakan harapan yang tinggi/besar. Sebaliknya pada periode  lemah, klien merasa sebagai kondisi yang menakutkan  sampai bisa menimbulkan depresi.

2pola dataran yang turun
 Karakteristik  dari pola ini adalah adanya  sejumlah tahapan dari  kemunduran yang terus bertambah dan tidaj  terduga, yang terjadi selama/setelah  perode kesehatan yang stabil serta berlangsung pada waktu yang tidak bisa dipastikan.

3Pola tebing yang menurun
 Karakteristik dari pola ini adalah adanya kondisi penurunan kondisi yang menetap/stabil, yang  menggambarkan  semakin buruknya kondisi. Kondisi penurunan  ini dapat diramalkan  dalam waktu 
yang bisa dperkirakan baik dalam ukuran jam atau hari.Kondisi ini lazim ditemui  diunit khusus (ICU)














    B. PENDAMPING PASIEN SAKARATUL MAUT
  1 Definisi
 Perawatan pasien yang akan meninggal  dilakukan  dengan cara  memberipelayanan khusus jasmaniah dan rohaniah  sebelum pasien  meninggal.

  2 Tujuan
a.       Memberi rasa  tenang dan puas  jasmaniah dan rohaniah pada pasien dan keluarganya
b.      Memberi ketenangan dan kesan yang baik  pada pasien disekitarnya
c.       Untuk mengetahui  tanda-tanda  pasien yang  akan meninggal  secara  medis  bisa dilihat  dari keadaan umum ,vital  sighn dan beberapa  tahap-tahap kematian

 3 Persiapan alat
a.Disediakan tempat tersendiiri
b.Alat-alat pemberian  O2
c. Alat resusitasi
d.Alat  pemeriksaan vital sighn
e.Pinset
f.Kassa,air matang, kom/gelas untuk membasahi bibir
g Alat tulis

  4.Prosedur
a. Memberitahu  pada keluarga  tentang tindakan  yang akan dilakukan
b.Mendekatkan alat
c.Memisahkan pasien dengan  pasien  yang lain
d. Mengijinkan  keluarga  untuk mendampingi,pasien tidak boleh ditinggalkan  sendiri
e.Membersihkan pasien dari keringat
f.Mengusahakan lingkungan tenang, berbicara  dengan suara lembut  dan penuh perhatian  serta tidak  tertawa-tawa  atau bergurau disekitar pasienn
g.Membasahi  bibir pasien  dengan kassa lembab,bila tampak kering menggunakan pinset
h. Membantu melayani dalam upacara keagamaan
I.Mengobservasi  tanda-tanda  kehidupan (vital sign ) terus menerus
J Mencuci tangan


  C. PERAWATAN JENASAH
1.Definisi
 Perawatan pasien  setelah meninggal
2 Tujuan
a.       Membersihkan dan merapikan jenasah
b.      Memberikan  penghormatan  terakhir  kepada  sesama insane
c.       Memberikan rasa puas kepada sesame insane
3. Persiapan alat
a.       Celemek
b.      Verban/kassa gulung
c.       Sarung tangan
d.      Pinset
e.      Gunting perbant
f.        Bengkok 1
g.       Baskom 2
h.      Waslap  2
i.         Kantong  plastic kecil ( tempat perhiasan)
j.        Kartu identitas pasien
k.       Kain kafan
l.         Kapas lipat lembab  dalam kom
m.    Kassa  berminyak  dalam kom
n.      Kapas lipat  kering   dalam kom
o.      Kapas berminyak (baby oil) dalam kom

 
 DAFTAR PUSTAKA:
 Ambarwati,Eny Retna., Tri Sunarsih.2009,KDPK Kebidanan.Yogyakarta : Nuha Medika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar