MEMBANTU
PASIEN YANG HAMPIR MENINGGAL
Sekaratul maut
(dying) merupakan kondisi pasien yang sedang menghadapi kematian, yang memiliki
berbagai hal dan harapan tertentu untuk meninggal.kematian (death) merupakan
kondisi terhentinya pernapasan,nadi, dan tekanan darah serta
hilngnya respon terhadap stimulus eksternal,ditandai dengan terhentinya aktivitas otak atau terhentinya fungsi jantung dan paru-paru secara menetap. Dying dan death merupakan dua istilah yang sulit untuk dipisahkan,serta merupakan suatu
fenomena tersendiri.Dying lebih kearah suatu proses,sedangkan death merupakan
akhir dari hidup.
A.DISKIRPSI RENTANG POLA HIDUP SAMPAI
MENJELANG KEMATIAN
Menurut
martocchio dan default mendiskripsikan
rentang pola hidup sampai menjelang kematian sebagai berikut:
1 Pola puncak dan lemah
Pola ini memiliki
karakteristik periodic sehat yang tinggi (puncak) dan periode krisis ( lemah).pada kondisi puncak,pasien
benar-benar merasakan harapan yang tinggi/besar. Sebaliknya pada periode lemah, klien merasa sebagai kondisi yang
menakutkan sampai bisa menimbulkan
depresi.
2pola dataran yang turun
Karakteristik dari pola ini adalah adanya sejumlah tahapan dari kemunduran yang terus bertambah dan
tidaj terduga, yang terjadi
selama/setelah perode kesehatan yang
stabil serta berlangsung pada waktu yang tidak bisa dipastikan.
3Pola tebing yang menurun
Karakteristik dari
pola ini adalah adanya kondisi penurunan kondisi yang menetap/stabil, yang menggambarkan
semakin buruknya kondisi. Kondisi penurunan ini dapat diramalkan dalam waktu
yang bisa dperkirakan baik dalam ukuran jam atau
hari.Kondisi ini lazim ditemui diunit
khusus (ICU)
B. PENDAMPING PASIEN SAKARATUL MAUT
1
Definisi
Perawatan pasien
yang akan meninggal dilakukan dengan cara
memberipelayanan khusus jasmaniah dan rohaniah sebelum pasien meninggal.
2 Tujuan
a. Memberi
rasa tenang dan puas jasmaniah dan rohaniah pada pasien dan
keluarganya
b. Memberi
ketenangan dan kesan yang baik pada
pasien disekitarnya
c. Untuk
mengetahui tanda-tanda pasien yang
akan meninggal secara medis
bisa dilihat dari keadaan umum
,vital sighn dan beberapa tahap-tahap kematian
3 Persiapan
alat
a.Disediakan tempat tersendiiri
b.Alat-alat pemberian O2
c. Alat resusitasi
d.Alat pemeriksaan vital sighn
e.Pinset
f.Kassa,air matang, kom/gelas
untuk membasahi bibir
g Alat tulis
4.Prosedur
a. Memberitahu pada keluarga
tentang tindakan yang akan
dilakukan
b.Mendekatkan alat
c.Memisahkan pasien dengan pasien
yang lain
d. Mengijinkan keluarga
untuk mendampingi,pasien tidak boleh ditinggalkan sendiri
e.Membersihkan pasien dari
keringat
f.Mengusahakan lingkungan
tenang, berbicara dengan suara
lembut dan penuh perhatian serta tidak
tertawa-tawa atau bergurau
disekitar pasienn
g.Membasahi bibir pasien
dengan kassa lembab,bila tampak kering menggunakan pinset
h. Membantu melayani dalam
upacara keagamaan
I.Mengobservasi tanda-tanda
kehidupan (vital sign ) terus menerus
J Mencuci tangan
C. PERAWATAN
JENASAH
1.Definisi
Perawatan pasien setelah meninggal
2 Tujuan
a. Membersihkan
dan merapikan jenasah
b. Memberikan penghormatan
terakhir kepada sesama insane
c. Memberikan
rasa puas kepada sesame insane
3. Persiapan alat
a. Celemek
b. Verban/kassa
gulung
c. Sarung
tangan
d. Pinset
e. Gunting
perbant
f.
Bengkok 1
g. Baskom
2
h. Waslap 2
i.
Kantong
plastic kecil ( tempat perhiasan)
j.
Kartu identitas pasien
k. Kain
kafan
l.
Kapas lipat lembab dalam kom
m. Kassa berminyak
dalam kom
n. Kapas
lipat kering dalam kom
o. Kapas
berminyak (baby oil) dalam kom
DAFTAR PUSTAKA:
Ambarwati,Eny Retna., Tri Sunarsih.2009,KDPK
Kebidanan.Yogyakarta : Nuha Medika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar