Rabu, 23 April 2014

asuhan kehamilan kunjungan awal


ASUHAN KEHAMILAN KUNJUNGAN AWAL

1.       Pengertian
Setiap kali kunjungan antenatal yang dilakukan  setelah kunjungan antenatal pertama sampai memasuki persalinan
2.       Tujuan
a.Pendeteksian komplikasi-komplikasi
b.Mempersiapkan kelahiran dan kegawatdaruratan
c.Pemerintah fisik yang terfokus
3.       Mengevaluasi penemuan masalah
Sebelum melakukan pemeriksaan, bidan hendaknya meninjau kembali data pasien  pada kunjungan pertama, untuk mendapatkan informasi tentang:
a.       Biodata ibu
b.      Usia  kehamilan
c.       Temuan data yang bermakna
1)      Riwayat obstetric
2)      Riwayat perwatan medis
3)      Riwayat keluarga
4)      Riwayat kehamilan
5)      Pemersaan fisik awal
6)      Pemeriksaan panggul awal
4.       .Tujuan dari peninjauan data kunjunganpertama adalah: Agar bidan dapat menemukan masalah,persoalan  dan aspek khusus  yang berhubungan dengan ibu hamil tersebut:
                a.Gerakan janin
                b.Setiap masalah  atau tanda-tanda bahaya
1)      Perdarahan
2)      Nyeri kepala
3)      Gangguan  penglihatan
4)      Bengkak pada muka dan tangan
5)      Gerakan janin yang berkurang
6)      Nyeri perut yang sangat hebat
c.Keluhan-keluhan yang lazim dalam kehamilan
1)      Muala dan  muntah
2)      Sakit  punggung
3)      Kram kaki
4)      Konstipasi
5)      Dan lain-lain
d.Kehawatiran-kekhawatiran lainnya
1)      Cemas menghadapi persalinan
2)      Rasa khwatir akan kondisi kandungan/kehamilan









5.       Pemeriksaan fisik
Pada tiap kunjungan ulang antenatal  pemeriksaan fisik berikut  dilakukan untuk mendeteksi tiap tada-tanda  keluhan  ibu dan evaluasi pada janin:
a.       Janin
1)      Denyut  jantung janin.Normal DJJ 120-160 kali permenit.apabila kurang dari 120/menit  disebut bradikardi,sedang lebih dari 160/menit disebut tathicardi.
2)      Ukuran janin
3)      Dengan cara Mc.Donald untuk mengetahui TFU dengan pita ukur kemudiaan dilakukan penghitungan tafsiran  berat janin rumus (TFU dalam cm) -n x. 155= gram.Bila  kepala diatas  atau pada spina ishiadica maka n= 12. Bila kepala dibawah spina ishiadika maka n=11
4)      Letak dan presentasi
Letak dan presentasi dapat diketahui dengan menggunakan palpasi. Salah satu cara palpasi yang sering digunakan adalah menurut Leopold.
a.Leopold I: untuk mengetahui  tinggi fundus uteri  dan bagian yang berada pada bagian fundus
b.leopold II: untuk mengetahui letak janin memenjang atau melintang,bagian  janin yang teraba disebelah kiri atau kanan
c.leopold III:untuk menentukan bagian janin yang ada dibawah(persentasi)
d.leopold IV: untuk menentukan  apakah bagian bawah janin sudah masuk panggul
b.      Aktivitas/gerak janin
Dikenal  adanya  gerakan 10,yang artinya dalam waktu 12 jam normal gerakan janin minimal 10 kali
c.       Ibu
1)      Tekanan darah
2)      Berat badan
3)      Tanda-tanda bahaya
4)      TFU
5)      Umur kehamilan
6)      Pemeriksaan vagina


6   Pemerisaan  laboratorium
a.       Darah = Hb
b.      Urine =protein dan glukosa







7  Asuhan kebidana  pada setiap kunjungan manajemen
a.       Langkah 1
Pengumpulan dasar yang mencakup pengkajian riwayat( kehamilan,kesehatan,social, dan lain-lain),pemeriksaan fisik,pemeriksaan panggul dan pemeriksaan laboratorium
b.      Langkah 2
Interpretasi data dasar yang mencakup:
1)      Menentukan keadaan normal
2)      Membedakan antara ketidaknyamanan yang biasa saat kehamilan dan kemungkinan  komplikasi
3)      Identifikasi tanda dan gejala kemungkinan komplikasi
4)      Identifikasi kebutuhan
c.       Langkah 3
Antisipasi terhadap masalah  yang mungkin muncul. Evaluasi terhadap komplikasi perlu segera dilakukan  untuk  menentukan tindakan kolaborasi
d.      Langkah 4
Langkah ini perlu jika terdapat keadaan  yang abnormal dengan atau  tanpa kegawatdaruratan
e.      Langkah 5
Menentukan  rencana perawatan menyeluruh mencakup:
1)      Menentukan  kebutuhan untuk  pemeriksaan laboratorium
2)      Menentukan kebutuhan untuk konsultasi
3)      Menentukan kebutuhan untuk evaluasi diet
4)      Menentukan tindakan pemberian pendidikan kesehatan
5)      Menentukan kebutuhan untuk mengurangi ketidaknyamanan atau tindakan pengobatan
6)      Menetukan  kebutuhan untuk  tindakan pengobatan komplikasi minor( contoh pengobatan  vaginitis,bakteri uria asimptomatis,infeksi  saluran kemih  akut dan anemia)
7)      Menentukan kebutuhan untuk konsultasi atau merujuk  ke ahli kesehatan lain(ahli gizi,perawat kesehatan masyarakat, analisis)
8)      Menentukan kebutuhan konseling
9)      Menjadwalkan kuunjungan  ulang.










DAFTAR PUSTAKA:
 Pantikawati,Ika., Saryono.2010,Asuhan Kebidanan 1(kehamilan).Yogyakarta:Nuha Medika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar